Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia, Apakah Masih Ada?

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia, Apakah Masih Ada

Cuma butuh waktu satu minggu bagi rakyat Indonesia mengalami kejadian gak mengenakan berhubungan dengan toleransi antar umat beragama. Yang pertama yaitu persekusi kepada seorang biksu di daerah Kabupaten Tangerang, Banten. Lalu yang kedua ada penyerangan sebuah gereja di Sleman, Yogyakarta.

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia, Apakah Masih Ada

Kedua aksi radikal ini tentu aja memberangus kemerdekaan masyarakat buat mengamalkan Pancasila sila ke-1. Yap, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, ironis banget kan di satu sisi negara menjamin kita buat memeluk dan menjalankan agama masing-masing. Sementara di lapangan ternyata kondisinya gak se-sederhana itu.

Entah apa yang salah dari orang-orang yang melakukan tindakan radikalisme seperti ini. Apakah mereka gak tau kalo hak asasi beragama itu juga dilindungi oleh negara? Dan juga apa mereka gak tau kalo tindakan mereka semua itu melanggar hukum? Apa terlalu muluk kalo kita berharap kehidupan beragama di Indonesia bisa kembali adem?

Persekusi dan Penyerangan Tempat Ibadah Ancam Toleransi Antar Umat Beragama di Nusantara

Hari Minggu, 4 Februarui 2018 kemarin, terjadi tindakan persekusi terhadap seorang biksu oleh warga Kebon Baru, Tangerang, Banten. Sang biksu dicurigai melakukan kegiatan keagamaan/ibadah di rumahnya. Karena dianggap mengganggu, sang Biksu diminta untuk meninggalkan kampung tersebut.

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia, Apakah Masih Ada

Para tamu si biksu pun mengklarifikasi bahwa kedatangan mereka ke situ bukanlah dalam rangka beribadah. Mereka hanya membawakan makanan untuk biksu (seorang biksu gak boleh menerima dan membelanjakan uang), lalu mereka didoakan oleh biksu sebagai ucapan terima kasih.

Warga pun meminta maaf dan kasus persekusi ini tidak dilanjutkan ke jalur hukum. Lalu seminggu kemudian terjadi lagi kasus sejenis, namun kali ini agak berbeda. Seorang pemuda masuk ke gereja ketika ibadah sedang berlangsung. Sang pemuda yang membawa parang itu berteriak-teriak mengancam semua orang yang ada di dalam.

Polisi pun terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan senjata di kepala. Sebab tidak hanya pengrusakan terhadap fasilitas gereja aja. Beberapa jemaat dan seorang Romo juga terluka karena ulah sang pemuda tersebut.

Pasutri Muslim Bersihkan Gereja Usai Insiden, Bukti Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia Masih Ada

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia, Apakah Masih Ada

Dengan dua kejadian di atas tadi, sebagai seorang manusia, tentu saya marah. Gak peduli apa pun agama saya, mereka, si pelaku maupun si korban. Sebagai manusia, saya sempat berpikir kalo udah gak ada harapan buat bisa hidup rukun di Nusantara. Tapi setelah melihat sebuah berita lanjutan saya berubah pikiran.

Sepasang suami-istri yang notabene beragama sama dengan pelaku penyerangan gereja, justru ikut membantu membersihkan gereja. Berbeda dengan sang pelaku yang berpikiran ekstrim dan radikal, pasutri ini justru mencontohkan bagaimana perilaku toleransi antar umat beragama yang seharusnya.

Dari situ saya berpikir, ternyata masih punya harapan antara agama satu dan lainnya buat bisa hidup rukun berdampingan di Indonesia ini.

Leave your vote

17 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?