Sanggar Anak Alam Jogja, Belajar Dari dan Untuk Kehidupan

Sanggar Anak Alam Jogja Belajar Dari dan Untuk Kehidupan

Bagaimana rasanya jika sebuah sekolah tanpa seragam, guru bahkan mata pelajaran? Seragam, oke lah banyak sekolah yang non formal gak harus pakai seragam. Guru, oke lah kan sekarang bisa belajar pakai komputer. Tapi kalo gak ada mata pelajaran? Hem, kayanya cuma ada di Sanggar Anak Alam Jogja deh.

Sanggar Anak Alam Jogja Belajar Dari dan Untuk Kehidupan

Adalah Sanggar Anak Alam (SALAM) Jogjakarta, sekolah yang mengusung konsep pembelajaran mandiri. Semua anak dibiarkan belajar sesuai dengan passion mereka, tanpa dikte dari seorang guru. Meski bisa belajar sesuka hati mereka, bukan berarti SALAM gak punya standarisasi loh.

Setiap murid SALAM ini diharuskan melakukan sebuah riset/penelitian kecil tentang apapun. Yap, apapun yang menarik perhatian mereka untuk diteliti dan dikembangkan. Jadi, jangan harap kalian bakal ketemu ada murid lagi ngerjain soal matematika yang dikasih sama gurunya di SALAM ini.

Produk Hasil Riset Sanggar Anak Alam Jogja Banyak Laku Terjual

Di sekolah alam ini, sang pendiri, Sri Wahyaningsih menyebutkan bahwa pendidikan di Indonesia itu banyak yang gak penting. Bahkan menurut Wahya, banyak pendidikan yang sebenarnya belum waktunya diberikan, tapi sudah diberikan. Begini jawab Wahya ketika diwawancara oleh Vice:

Sanggar Anak Alam Jogja Belajar Dari dan Untuk Kehidupan

“Di sekolah formal saya melihat mereka banyak belajar sesuatu yang belum pas di usianya. Misalnya anak SD belajar tugas MPR-DPR, prosedur cari KTP, Pemilu, itu ngapain? Untuk apa? Harusnya kan mereka belajar soal diri sendiri, potensi diri, apa yang dia lakukan, dan kebutuhan dasar mereka,” ujar Wahya.

Karena itulah, metode belajar berbasis riset dipilih oleh SALAM ini. Menurut Wahya, banyak manfaat yang bisa didapatkan siswa dari riset kecil. Yang pertama yaitu jelas membuat anak berpikir kritis dengan solusi. Lalu juga menemukan pengetahuan baru lainnnya yang berawal dari sebuah riset yang dilakukan.

Selain itu, produk hasil riset para siswa di Sanggar Anak Alam Jogja ini juga banyak yang terjual loh. Di sana ada semacam kegiatan yang bernama Pasar Legi dan Pasar Ekspresi. Nah, para murid diperbolehkan menjual produk hasil buatan mereka sendiri dalam kegiatan itu.

Ikut Ujian Kesetaraan, Siswa Malah Ralat Soal Ujian

Sanggar Anak Alam Jogja Belajar Dari dan Untuk Kehidupan

Meskipun berbasis riset dan pendidikan informal, SALAM masih tetap berada di bawah Dinas Pendidikan Nasional. Maka dari itu para murid harus tetap mengikuti ujian kesetaraan. Namun bukannya mengerjakan soal dengan baik, malah justru banyak siswa yang meralat soal-soal ujian tersebut.

“Anak-anak itu nemu banyak soal UN yang salah, jawabannya salah, juga banyak yang sebenernya nggak perlu ditanyakan, malah mengevaluasi soal pemerintah,” cerita Wahya sambil tertawa lepas.

Leave your vote

14 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?