Hari Bahasa Ibu Internasional, Indonesia Kehilangan 11 Bahasa Daerah

Hari Bahasa Ibu Internasional, Indonesia Kehilangan 11 Bahasa Daerah

Mungkin banyak dari kalian yang lupa atau bahkan belum tau kalo tanggal 21 Februari ini adalah Hari Bahasa Ibu Internasional. Pasti udah pada tau dong apaan itu bahasa ibu? Atau jangan-jangan pada gak tau lagi bahasa ibu itu apa? Well, daripada bingung mending langsung aja deh simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Buat kalian yang belum tau, bahasa ibu adalah bahasa yang diberikan, dipelajari dan dikuasai seseorang pertama kali saat mereka kecil. Misalnya sewaktu kalian kecil, kalian berkomunikasi dengan orang tua kalian menggunakan bahasa Jawa. Nah, berarti bahasa ibu kalian adalah bahasa jawa.

Tapi emang penting banget apa bahasa ibu itu sampai dibikin peringatan internasional nya? Ya, mungkin kalian gak begitu sadar, tapi ternyata bahasa merupakan salah satu warisan berharga yang dimiliki suatu kebudayaan. Hal ini lah yang melatarbelakangi UNESCO meresmikan 21 Februari ini buat memperingati Hari Bahasa Ibu sedunia.

11 Bahasa Daerah di Indonesia Dinyatakan Punah di Hari Bahasa Ibu Internasional

Meski judulnya adalah ‘Hari Peringatan’, ternyata ada hal ironis yang terjadi bertepatan dengan International Mother Language Day ini. Adalah pernyataan resmi tentang punah nya 11 bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. Bahasa tersebut antara lain Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua, Nila, Tandia dan Mawes.

Hari Bahasa Ibu Internasional, Indonesia Kehilangan 11 Bahasa Daerah

Sembilan bahasa pertama yang disebutkan diatas adalah bahasa daerah yang berada di Kep. Maluku. Sedangkan dua sisanya adalah bahasa daerah yang ada di Papua. Yes, Indonesia emang kaya banget budaya nya yah. Sampai-sampai ada bahasa yang punah kita gak sadar.

Ada banyak hal yang bikin bahasa ibu suatu daerah bisa punah. Hal tersebut antara lain adalah bencana alam, kondisi geografis, perkawinan lintas etnis dan sikap dari penutur bahasa itu sendiri. Bencana alam dan kondisi geografis mungkin yang agak sulit untuk diantisipasi, tapi berbeda dengan pernikahan beda etnis dan sikap penutur itu sendiri.

Karena faktanya, justru bahasa daerah semakin tersisih karena penggunaannya sebagai bahasa ibu yang dikesampingkan oleh banyak orang tua kepada anaknya. Ini masuk ke dalam faktor perkawinan beda etnis. Karena berasal dari dua daerah yang berbeda, maka bahasa Indonesia diambil menjadi jalan tengah untuk berkomunikasi dengan sang anak.

Hari Bahasa Ibu Internasional, Indonesia Kehilangan 11 Bahasa Daerah

Belum lagi karena sikap penutur bahasa itu sendiri. Banyak banget kita lihat di kota besar kaya Jakarta, orang-orang rantau terkesan malu menggunakan bahasa asli daerah mereka. Alasannya takut dibilang gak gaul, kampungan dan sebagainya. Hasilnya, semakin lama semakin banyak bahasa daerah yang tersisih dari kehidupan sehari-hari.

Leave your vote

16 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?