Guru Dianiaya Orangtua Karena Menghukum Anaknya

siapa yang waras?

Guru Dianiaya - GituAja

Di dalam dunia pendidikan Indonesia kekerasan merupakan permasalahan yang harus ditangani secara serius. Begitu banyak kasus kekerasan yang terjadi antara guru, anak murid dan orangtua murid. Baru-baru ini ada berita dimana guru dianiaya oleh orangtua murid. Alasan orangtua menganiaya karena tersinggung anaknya diminta untuk membuat surat pernyataan yang berisikan tidak mengulangi perbuatan nakal.

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai kasus guru dianiaya, yuk kita ketahui metode guru zaman dahulu mengajar.

1. Cara mengajarnya bertele-tele

Guru Dianiaya - GituAja

Pada jaman dahulu guru di sekolah mengajarkan murid-muridnya dengan membaca semua kata yang ada di isi buku pelajaran yang digunakan sehingga murid-murid menerima pelajaran berdasarkan dari buku yang digunakan saja.

2. Belum menggunakan teknologi dalam proses belajar

Guru Dianiaya - GituAja

Ya pasti kita udah ngerti banget soal ini, teknologi jaman dulu belum canggih sehingga mereka masih belajar menggunakan kapur tulis atau spidol.

3. Menghukum murid-muridnya masih menggunakan kekerasan

Guru Dianiaya - GituAja

Kalian mendengar hal ini mungkin agak aneh tapi memang beginilah jaman dahulu. Dulu pasti kita pasti punya guru “killer” yang seramnya minta ampun kalau bisa nggak berurusan sama dia deh.¬†Mereka mendidik murid-muridnya sangat keras bahkan saat memberikan hukuman mainnya kekerasan. Misalnya; mukul tangan pake penggaris, mukul kaki pake rotan atau sapu lidi, nyubit sampe merah dan biru-biru. Pokoknya kalau ada kesalahan gak ada ampun kalau guru zaman dahulu

4. Ada jarak pemisah antara guru dengan murid

Guru Dianiaya - GituAja

Dulu kedekatan antara guru dan murid memiliki garis pemisah dimana kedekatan mereka tetap menghormati jabatannya masing-masing. Mereka menghormati guru dan tidak berani melawan guru walaupun benar atau salah.

Dari ciri-ciri tersebut pasti udah nggak cocok banget kan sama jaman sekarang yang serba halus, kalau di kasarin dikit langsung kasus deh. Nah balik lagi kita membahas kasus guru dianiaya.

Ketika sang anak diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak berbuat nakal lagi, sang orangtua pun tidak menerima anaknya diperlakukan seperti tersebut. Orangtua murid ini nekat menghantam kepala sekolah menggunakan meja kaca. Terlihat banyak bercak darah di baju guru tersebut. Guru ini terlihat bersandar tak berdaya di sofa dengan luka serius di tangan dan kepalanya. Sedangkan terlihat pecahan kaca berserakan di ruangan tersebut.

Guru Dianiaya - GituAja

Apa pendapat kalian terhadap kasus ini? guru sudah mencoba tidak menggunakan kekerasan tapi secara nggak langsung orangtua mengajarkan untuk menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan.

Leave your vote

17 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?