Fenomena Turis Bule Pengemis Demi Bisa Traveling a.k.a Beg-Packers

Fenomena Turis Bule Pengemis Demi Bisa Traveling a.k.a Beg-Packers

Beg-Packers, adakah dari kalian yang pernah mendengar istilah yang satu ini? Kalo kalian belum tau, beg-packers ini adalah bule yang mengemis sambil traveling, atau traveling sambil mengemis yah. Yah, pokoknya apapun itu, fenomena turis bule yang menjelma jadi pengemis ini terbilang cukup meresahkan.

Fenomena Turis Bule Pengemis Demi Bisa Traveling a.k.a Beg-Packers

Mungkin isu sosial yang bakal kita bahas kali ini gak seheboh bencana alam, korupsi atau sejenisnya yah. Tapi yang jelas, menurut kita isu ini cukup menarik buat dibahas karena sering luput dari pandangan kita. Yes, seringkali kita gak sadar bahwa ternyata kita terlalu menyanjung para turis asing alias bule di Indonesia.

Bahkan saking parahnya, banyak tempat pariwisata kaya hotel atau restoran yang mengistimewakan para bule-bule ini. Mending kalo cuma mengistimewakan, bahkan mendiskriminasi para turis lokal dengan pelayanan dan perlakuan gak pantas. Menarik kan? Kuy lah langsung aja ke pembahasan lengkapnya di bawah ini!

Curhatan Social Influencer Amrazing Tentang Bule Worshipping di Instastories

Oke satu-satu yah, jadi tadi kita liat dari instagram story nya @Amrazing, di situ dia mengangkat tentang berita Polisi yang membantu pasangan bule. Bukan sekedar membantu, polisi tersebut bahkan sampai patungan untuk menolong pasangan turis bule yang menurut ceritanya sedang kehabisan ongkos.

A post shared by Alexander Thian (@amrazing) on


Melihat hal ini, Amrazing yang memang hobi traveling tentu meradang. Menurutnya, masyarakat kita terlalu lembek terhadap para bule. Seringkali kita merasa inferior di hadapan bangsa Kaukasian aka bule ini. Memang ramah dan sopan adalah ciri khas budaya asing yang kita miliki, namun untuk kasus kali ini Amrazing memandang berbeda.

Fenomena Turis Bule Pengemis Demi Bisa Traveling a.k.a Beg-Packers

Menurutnya tidak pantas jika seseorang meminta belas kasihan ketika sedang dalam kondisi jalan-jalan berlibur atau traveling. Logika social influencer bernama asli Alex ini sangat masuk di akal. Menurutnya, traveling adalah kebutuhan tersier yang jika seseorang melakukannya, berarti orang tersebut sudah mampu secara finansial.

Jadi, ketika  ada seorang traveler dengan budget tipis memaksakan buat traveling, Alex berpikir ini hal yang gak masuk akal. Apalagi sampai mengemis di negara tempat itu bule berlibur. Kalian pasti pernah liat beberapa berita tentang turis kulit putih yang mengemis di beberapa negara di Asia Tenggara.

Beg-Packers, Bule Worshippers dan Sejumlah Fenomena Turis Bule di Indonesia Yang Bikin Geregetan

Fenomena Turis Bule Pengemis Demi Bisa Traveling a.k.a Beg-Packers

Terus apa hubungannya tentang beg-packers dan bule worsipping ini? Well, jadi pernah ada dalam beberapa artikel tentang beg-packers alias pengemis bule itu. Dan ada loh orang lokal yang kebetulan lewat kasih itu bule uang 150 ribu! The hell dude, that’s an hundred fifty freaking rupiah!

Jadi hubungan nya adalah, apa kalian mau kasih pengemis lokal -yang ngemis buat makan- duit 150 ribu rupiah? Atau justru kalian lebih ikhlas kasih 150 ribu kalian buat para beg-packers tersebut buat liburan?

Leave your vote

16 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?