SMA pertama di Indonesia Membuat eSport Sebagai Kurikulum Sekolah

eSport Sebagai Kurikulum Sekolah - GituAja

SMA pertama di Indonesia Membuat eSport Sebagai Kurikulum Sekolah adalah SMA 1 PKSD, Jakarta Pusat. Sekolah ini memiliki ruangan kelas yang berisikan perangkat-perangkat komputer yang jika kalian lihat seperti warnet. Menjadi pemandangan yang sudah biasa jika kalian melihat kepala sekolah tersebut bermain game online bersama dengan murid-muridnya.

Meski tidak masuk ke dalam kurikulum belajar resmi dari pemerintah, pihak sekolah memiliki kewenangan untuk menambahkan program yang diinginkan. Sekolah SMA 1 PKSD sendiri memiliki argumen kenapa adanya program eSport sebagai kurikulum sekolah di karenakan Game sebetulnya menjadi alat bantu yang sangat baik untuk mengajarkan anak-anak.

Dasar di bentuknya eSport sebagai kurikulum sekolah

eSport Sebagai Kurikulum Sekolah - GituAja

Walaupun orang-orang berpikir game hanya untuk bermain saja tapi tidak untuk sekolah ini. Bukan hanya bermain tetapi game sendiri memiliki banyak komponen lainnya dan bahkan skill-skill yang di butuhkan di dunia nyata.

  • Problem Solving
  • Team Work
  • Logika

Melalui eSport menurut mereka menjadi salah satu jalan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Fungsi sekolah sendiri untuk mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi dunia ketika beranjak dewasa. Berkembangnya teknologi tentunya membutuhkan aspek-aspek digital di dunia modern

Pak Yohannes pun berkata “Saya lihat kemarin di situs-situs pencarian pekerjaan¬†job search,¬†itu banyak sekali perusahaan-perusahaan besar medunia yang mencari individu-individu dengan kemampuan berpengetahuan di bidang eSport bukan hanya sebagai player”

Pelajaran eSport sebagai kurikulum sekolah di SMA 1 PSKD sudah berjalan sampai 2 tahun, eSport ini berfokuskan 4 game yaitu Dota2 , League of Legends, Overwatch dan Counter Strike.

eSport Sebagai Kurikulum Sekolah - GituAja

Menurut data dari lembaga riset statista jumlah orang yang menonton eSport di tahun 2017 mencapai 191Juta orang di seluruh dunia dan 51% dari Asia termasuk Negara Indonesia. eSport di prediksi akan menjadi industri yang bernilai triliyunan rupiah.

eSport sendiri bukan hanya sebagai player tetapi bisa menjadi komentator atau streamer.

Perkembangan teknologi memang membuat dunia berubah dengan cepat, kita berharap pendidikan di Indonesia pun dapat mendukung perubahan-perubahan yang ada.

Gimana menurut kalian kalau di sekolah kalian ada kelas eSport? pasti seru kan!

Leave your vote

16 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?