BBM Dari Sampah Plastik Bekas Ini Ditemukan Sama Kakek Lulusan SD

BBM Dari Sampah Plastik Bekas Ini Ditemukan Sama Kakek Lulusan SD

Sampah yang sulit buat terurai kaya sampah plastik jadi masalah berkepanjangan di negeri ini. Banyak cara dilakukan pemerintah dalam mengolah sampah plastik ini biar gak menumpuk. Tapi kini masalah ini kayanya bakal menemui titik terang sejak kemunculan Kakek Muryani yang membuat BBM dari sampah plastik bekas ini.

BBM Dari Sampah Plastik Bekas Ini Ditemukan Sama Kakek Lulusan SD

Melihat kisah inspiratif ini, mungkin kita berpikir bahwa si kakek ini adalah seorang peneliti lulusan universitas ternama. Namun siapa yang menyangka kalo beliau ini cuma seorang tukang sampah. Dan yang lebih mengejtkannya, beliau ini cuma lulusan sekolah dasar alias SD loh boskuh! Simak kisah selengkapnya di artikel di bawah ini!

Kisah Kakek Muryani Sang Penemu BBM Dari Sampah Plastik Bekas Yang Viral

BBM Dari Sampah Plastik Bekas Ini Ditemukan Sama Kakek Lulusan SD

Cuma Lulusan SD

Kakek Muryani bukanlah lulusan universitas ternama, bahkan hanya sekedar lulus SD. Tapi berbekal ilmu yang diberikan sang ayah, dirinya mampu mengembangkan prinsip ‘Plastik jika dipanaskan akan menjadi minyak’. Dan setelah mlalui berbagai percobaan, akhirnya terciptalah mesin destilator yang bisa mengubah plastik menjadi minyak.

Sistem Kerja Mesin Yang Sederhana

Cara kerja mesin destilator buatan Kakek Muryani terbilang sederhana. Plastik yang sudah dilelehkan disuling selama 4 jam dengan suhu 200 derajat celcius. Setelah itu kondensor bakal memilah sendiri antara BBM dengan residu lainnya. Mesin ini juga bisa menciptakan 3 jenis BBM berbeda, yaitu solar, premium dan minyak tanah.

Harga BBM Dari Sampah Plastik Lebih Murah

Harga BBM dari plastik yang diberi nama BBM Plast ini juga terbilang murah. BBM plast ini biasanya dijual Rp. 7000/liter untuk premium, Rp. 6500/liter untuk solar, dan Rp. 9500/liter untuk minyak tanah. Cukup murah bahkan dibandingkan harga bensin eceran bukan?

Penghargaan Tingkat Provinsi

Penemuan Kakek Muryani ini juga berhasil mendapat penghargaan dari pemerintah tingkat provinsi loh. Kakek Muryani mendaftarkan alat destilator hasil temuan nya ini ke lomba inovasi teknologi. Gak cuma itu, Kakek Muryani juga mendapat hak paten dan menjual alat ini ke beberapa pihak dengan harga puluhan juta rupiah.

Kerennya lagi, Kakek Muryani bahkan sempat diajak lembaga riset. Tapi beliau menolaknya dan memilih untuk tetap menjadi tukang sampah.

Leave your vote

14 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Komentar Kamu?